Selasa, 23 Mei 2017

A.  Perilaku Menyimpang
1.      Pengertian Perilaku Menyimpang
Adalah  setiap perilaku yang tidak sesuai denga norma – normaa yang ada di dalam masyarakat. Perilaku seperti ini terjadi karena seseorang mengabaikan norma atau tidak mematuhi patokan baku dalam masyarakat sehingga sering dikaitkan dengan istilah – istilah  yang buruk atau negativ.
2.      Ciri- Ciri Perilaku Menyimpang
Menurut Paul B. Horton. Penyimpangan sosial memiliki 6 ciri sebagai berikut.
a.       Penimpangan harus dapat didefinisikan
Perilaku menyimpang bukanlah semata – mata  ciri tindakan yang dilakukan orang, melainkan akibat dari adanya peraturan dan penerapan sanksi oleh orang lain terhadap perilaku tersebut. Singkatnya, penilaian menyimpang tidaknya suatu perilaku harus berdasarkan kriteria tertentu dan diketahui penyebabnya.
b.      Penimpangan bisa diterima atau bisa juga ditolak
Perilaku menyimpang tidak selalu merupakan hal negatif. Seperti orang jenius yang mengemukakan pendapat – pendapt baru yang kadang – kadang bertentangan dengan pendapat umum. Sementara itu, perampokan, pembunuhan terhadap etnis tertentu termasuk penyimpangan yang ditolak oleh masyarakat.
c.       Penyimpangan relatif dan penyimpangan mutlak
Pada dasarnya semua orang normal pasti pernah melakukan tindakan yang menyimpang dari norma – norma yang berlaku, anmun pada batas – batas tertentu yang sifatnya relatif untuk setiap orang. Perbedaannya hanya pada sebrapa sering (frekuensi) dan kadar penyimpangannya saja.
d.      Penyimpangan terhadap budaya nyata atau budaya ideal
budaya ideal adalah segenap peraturan hukum yang berlaku dalam suatu kelompok masyarakat. Antara budaya nyata dan budaya ideal selalu terjadi kesenjangan. Artinya, peraturan yang telah menjadi pengetahuan umum dalam kenyataan kehiduan sehari – hari cenderung banyak dilanggar.
e.       Terdapat norma – norma penghindaran dalam penyimpangan sosial
Norma penghindaran adalah pola perbuatan yang dilakukan orang untuk memenuhi keinginan mereka tanpa harus menentang nilai – nilai tata kelakuan secara terbuka. Jadi norma – norma penghindaran merupakan suatu bentuk penyimpangan perilaku yang bersifat setengah melembaga ( semi – institutionalized )
f.       Penyimpangan sosial bersifat adaptif (menyesuaikan)
Perilaku menyimpang beberapa individu bisa jadi awal terbentuknya suatu norma baru. Jika semakin banyak orang yang ikut menerapkan perilaku menyimpang itu dan kelompok terorganisasi ikut menunjang dan membenarkan, perbuatan itu tidak lagi dipandang sebagai perilaku menyimpang, tetapi justr sebagai norma baru.

3.      Penyebab Perilaku Menyimpang
a.      Sudut pandang sosiologi
Proses interaksi sosial, internalisasi nilai, dan pengadilan sosial tidak terlalu sempurna. Selalu ada hal – hal yang bisa mengakibatkan perilaku sosial seseorang tidak sesuai dengan tuntutan masyarakat, akibatnya terjadilah perilaku menyimpang.
1.      Perilaku menyimpang karena sosialisasi
Seseorang mempelajari atau menyerap nilai dan norma melalui sosialisasi. Jika proses peyerapan dan pengamalan nilai – niai tersebut mendapatkan gangguan sehingga berjalan kurang sempurna, akan terjadi perilaku menyimpang.
2.      Perilaku menyimpang karena anomi
Secara sederhana, anomi diartikan sebagai suatu keadaan di masyarakat tanpa norma yang disepakati bersama. Robert K. Merton menganggap anomi disebabka adanya ketidakharmonisan antara tujuan budaya dan cara – cara legal yang disepakati masyarakat untuk mencapai tujuan budaya tersebut. Menurut Merton, terdapat 5 cara untuk mencapai tujuan budaya ini.
·         Konfirmasi
·         Inovasi
·         Ritualisme
·         Retreatisme
·         Pemberontakan
3.      Perilaku menyimpang karena diferential association
Semakin tinggi derajat interaksi dengan orang yang berperilaku menyimpang, semakin tinggi pula kemungkinan seseorang belajar bertingkah laku yang menyimpang. Derajat interaksi ini bergantung pada frekuensi, prioritas, durasi, dan intensitas.
4.      Perilaku menyimpang karena pemberian julukan (labelling)
Perilaku menyimpang lahir karena adanya batasan (cap, julukan, sebutan) terhadap suatu perbuatan yang dilakukan seseorang. Mulanya, seseorang melakukan tindak penyimpangan primer (primary deviance) yang merupakan perilaku menyimpang awal. Akibatnya, lingkungan memberi label sesuai tindakan itu, misalnya “tukang palak”. Pada akhirnya orang tersebut akan menerima status sosial bahwa dirinya adalah penyimpang dan berusaha menyesuaikan “peran” yang diberikan masyarakat padanya.
a.       Sudut pandang biologi
Sebagian besar ilmuan abad XIX berpandangan bahwa kebanyakan perilaku menyimpang disebabkan oleh faktor – faktor biologis, seperti tipe sel – sel tubuh. Para ahli ilmu sosial sangat meragukan kebenaran teori tipe tubuh. Meskipun ditunjang oleh berbagai bukti empiris, para kritikus menemukan berbagai sejumlah kesalahan metode penelitian sehingga meragukan kebenarannya. Faktor biologis secara relatif tidak penting pengaruhnya terhadap penyimpangan perilaku.

b.      Sudut pandang psikologi
Berpandangan bahwa penyakit mental dan gangguan kepribadian berkaitan erat dengan beberapa bentuk perilaku menyimpang. Ilmuan terkenal di bidang ini adalah Sigmund Freud. Dia membagi diri manusia menjadi 3 bagian penting sebagai berikut.
·         Id, bagian diri bersifat tidak sadar, naluriah dan impulsif (mudah terpengaruh oleh gerak hati).
·         Ego,bagian diri yang bersifat sadar dan rasional ( penjaga pintu kepribadian).
·         Superego, bagian diri yang telah meyerap nilai – nilai kultural dan berfungsi sebagai suara hati).
c.       Sudut pandang kriminologi
1)      Teori konflik
Dalam teori ini terdapat 2 macam konflik, yaitu sebagai berikut.
a)      Konflik budaya
Terjadi apabila dalam suatu masyarakat terdapat sejumlah kebudayaan khusus yang masing – masing cenderung tertutup sehingga mengurangi kemungkinan timbulnya kesepakatan nilai.
b)      Konflik kelas sosial
Terjadi akibat suatu kelompok menciptakan peraturan sendiri untuk melindugi kepentingannya.
2)      Teori pengendalian
Kebanyakan orang menyesuaikan diri dengan nilai dominan karena adanya pengendalian dari dalam maupun dari luar. Dalam masyarakat konvensional, terdapat 4 hal yang mengikat individu terhadap norma masyarakatnya.
·         Kepercayaan, mengacu pada norma yang dihayati.
·         Ketanggapan, yakni sikap tanggap seseorang terhadap orang lain.
·         Keterkaitan (komitmen), berhubugan dengan berapa banyak imbalan yang diterima seseorang atas erilakunya yang konformis.
·         Keterlibatan, mengacu pada kegiatan seseorang dalam berbagai lembaga masyarakat.
Semakin tinggi tingkat kesadaran seseorang akan salah satu pengikat tersebut, semakin kecil pula kemungkinan baginya untuk melakukan penyimpangan.



4.      Jenis-jenis Perilaku Menyimpang
A.    Berdasarkan kekerapannya
Sebagai makhluk sosial dan makhluk berpikir, manusia mempunyai pola-pola perilaku yang tidak tetap. Oleh karena itu , di kenal dua jenis penyimpangan sosial yaitu sebagai berikut:
1.      Penyimpangan sosial primer
Penyimpangan sosial primer adalah penyimpangan yang bersifat sementara atau temporer.
2.      Penyimpangan sosial sekunder
Penyimpangan sosial sekunder adalah penyimpangan sosial yang di lakukan oleh pelakunya secara terus menerus meskipun telah di berikan sanksi sanksi.

B.     Berdasarkan jumlah orang yang terlibat
1.      Penyimpangan individu
Penympangan yang di lakukan sendiri tanpa oraang lain
2.      Penyimpangan kelompok
Penyimpangan kelompok terjadi apabila perilaku penyimpangan tersebut di lakukan bersama sama dalam suatu kelompok tertentu. Contoh penyimpangan kelompok:
·         Kelompok geng
·         Kelompok teroris
·         Kelompok separatis
·         Persekongkolan dalam dunia usaha (korupsi, kolusi, dan nepotisme)

C.     Berdasarkan tipenya
1.      Kejahatan tanpa korban
Kejahatan ang tidak mengakibatkan penderitaan pada korban akibat tindak pidana orang lain.
2.      Kejahatan terorganisasi
Pelaku kejahatan merupakan komplotan yang secara berkesinambungan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan uang atau kekuasaan
3.      Kejahatan kerah putih
Kejahatan ini adalah tipe kejahatan yang mengacu pada yang di lakukan oleh orang terpandang oleh orang yang berstatus tinggi.
4.      Kejahatan korporat
Kejahatan ini merupakan jenis kejahatan yang di lakukan atas nama organisasi dengan tujuan menaikkan keuntungan atau menekan kerugian

 

5.      Bentuk-bentuk Perilaku Menyimpang
A.     Penyalah gunan narkoba
Pada awalnya, sebaian narkotika dan obat obatan terlarang di pergunakan oleh kalangan dokter untuk mengurangi rasa sakit berlebihan yang di alami oleh pasien pasien.akan tetapi, obat obatan tersebut akhirnya menjadi “obat terlarang”karna di gunakan oleh orang orangg yang sehat secara jasmani untuk di pergunakan oleh mengurangi tingkat kesadaran dan memperoleh perasaan nikmmat meskipun sesaat.
B.     Perkelahian pelajar
Perkalian pelajar sering di sebut pula tawuran pelajar , pada mulanya hanya menjadi fenomena yang terdapat pada pelajar-pelajar di kawasan perkotaan. Perilaku ini sering di sebut sebagai penyimpangan sosial.
C.     Penyimpangan sosial
Naluri seksual yang dimiliki manusia merupakan anugrah tuhan. Keberadaan manusia di bumi ini berlangsung terus menerus karena dilanjutkan oleh keturunan-keturunan baru akan tetapi naluri seksual yang tidak terkendali atau dilakukan tanpa aturan akan mendatangkan kekacauan d idalam masyarakat.
Penyimpangan seksual dibagi mejadi beberapa bagian:
1.      Kumpul kebo
2.      Sodomi
3.      Tasfestitisme
4.      Sadomasokisme
5.      Tedofilia
D.    Tindakan kriminal atau kejahatan

Tindakan kriminal atau atau tindakan kejahatan umumnya di lihat sebagai tindakan bertentangan dengan norma hukum dan norma agama yang berlaku di masyarakat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar