Rabu, 15 Maret 2017

Sumber Daya Alam Strategis sebagai Modal Dasar Pembangunan Nasional Indonesia
                               
Indonesia merupakan salah satu negara yang sedang giat melakukan pembangunan di berbagai sektor. Pembangunan yang dilakukan di Indonesia melibatkan berbagai komponen salah satunya ialah sumber daya alam. Sumber daya alam merupakan salah satu komponen penting dalam pembangunan nasional selain sumber daya manusia. Keberadaan sumber daya alam ini dimanfaatkan sebagai komoditas unggulan Indonesia. Di mata negara lain, Indonesia ialah produsen bahan-bahan mentah yang sangat berguna bagi berbagai macam industri. Hasil dari kegiatan industri dimanfaatkan oleh penduduk untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan mereka.
a.       Hakikat Pembangunan Nasional
Pembangunan nasional adalah upaya untuk meningkatkan seluruh aspek kehidupan masyarakat, bangsa dan negara. Pembangunan nasional diwujudkan dalam berbagai kegiatan salah satunya ialah kegiatan industri. Kegiatan industri pada hakikatnya merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengolah barang jadi atau setengah jadi. Sebuah kegiatan industri tidak akan berjalan tanpa adanya sumber bahan baku, energi, dan tenaga kerja. Komponen bahan baku atau bahan mentah diperoleh dari berbagai macam sumber daya alam yang ada di Indonesia. Komponen industri yang lain ialah tenaga kerja (buruh) yang bekerja pada Industri tersebut. Para buruh bekerja dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarganya. Apabila buruh tersebut dan keluarganya menjadi sejahtera maka taraf hidupnya pun akan meningkat. Hal ini merupakan salah satu tujuan dari pembangunan nasional. Hasil dari kegiatan industri dimanfaatkan oleh penduduk untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan mereka.


b. Sumber Daya Alam sebagai Modal Dasar Pembangunan
Sebuah pembangunan tidak akan terjadi jika tidak didorong dengan ketersediaan modal pembangunan yang cukup. Indonesia sangat beruntung memiliki ketersediaan sumber daya alam yang melimpah. Banyak negara-negara lain iri terhadap kekayaan sumber daya alam Indonesia, sehingga berbagai cara dilakukan agar dapat ikut menikmati sumber daya alam di Indonesia. Keberhasilan melakukan pembangunan nasional akan meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat. Sampai dengan saat ini, Indonesia belum mampu memanfaatkan potensi sumber daya alam ini dengan baik. Perlu diketahui bahwa sumber daya alam yang melimpah bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan pembangunan di negaranya. Selain faktor sumber daya alam yang melimpah faktor sumber daya manusia juga memegang peranan penting dalam pelaksanaan pembangnan nasional. Semua negara tersebut potensi sumber daya alamnya sangat jauh dibandingkan dengan potensi sumber saya alam yang ada di Indoensia. Akan tetapi, negara-negara tersebut memiliki sumber daya manusia yang baik sehingga negara-negara tersebut menjadi negara-negara yang sukses melakukan pembangunan. Jadi potensi sumber daya alam yang melimpah akan sia-sia jika tidak dibarengi dengan peningkatan sumber daya manusia Indonesia. Selain sumber daya energi di atas, ternyata Indonesia juga mempunyai cadangan sumber daya energi non-renewable yang dieksplorasi sejak dahulu diantaranya:
a)      Minyak bumi
Sampai tahun 2012 ini Indonesia masih bisa mengeksploitasi minyak bumi 207.841.000 barel per tahun. Harga per barel minyak tidak tetap. Pada tahun 2004 pernah mencapai harga minyak mentah lebih dari $50 per barel. Satu barel sama dengan 119 liter. Apabila harga dollar Rp. 9.000,- an, maka harga minyak mentah per barel Rp. 450.000,00 atau per liter mencapai Rp. 3800,-.Berapa harga premium sekarang? Beruntunglah negara kita punya tambang minyak bumi, sehingga harga minyak di Indonesia tidak terlalu tinggi. Minyak bumi tersebar baik di daratan maupun di dasar-dasar lautan.   Eksplorasi dan pengeboran sumber-sumber minyak di Indonesia, dilakukan baik di daratan maupun di dasar laut. Usaha pertambangan minyak di daratan terdapat di:
•      Aceh (Perlak),
•      Sumatra Utara (Langkat),
•      Riau, Jambi,
•      Sumatra Selatan (Sungai Gerong),
•      Jawa Barat (Cirebon),
•      Jawa Tengah (Cepu),
•      Jawa Timur (Laut Jawa),
•      Kalimantan Selatan,
•      Kalimantan Timur (Balikpapan, Pulau Bunyu, Pulau Tarakan),
•      Papua (Sorong, Biak) dan lain-lain.
•      Pemboran minyak lepas pantai Indonesia terdapat di:
•      Selat Malaka,
•      Laut Jawa,
•      Laut Cina Selatan,
•      Selat Sunda,
•      Selat Makasar,
•      Laut Sulawesi, dan
•      Selat Karimata di sekitar Kepulauan Natuna.
•      Minyak mentah dari tempat-tempat pengeboran biasanya dialirkan melalui pipa-pipa minyak, atau diangkut dengan kapal-kapal tangker, ke tempat-tempat penyulingan, untuk diproses menjadi minyak siap pakai. Penyulingan minyak di Indonesia terdapat di:
•      Pangkalan Brandan (Sumatra Utara),
•      Dumai (Riau),
•      Plaju (Jambi) dan
•      Sungai Gerong (Sumatra Selatan),
•      Cilacap (Jawa Tengah), dan
•      Balikpapan
b)      Gas alam
Timbunan (deposit) gas alam terpisah dengan timbunan minyak bumi. Untuk mendapatkan gas alam yang terjebak dalam perlapisan batuan, dilakukan pengeboran. Gas alam hasil pengeboran biasanya dialirkan lebih dahulu ke kilang pencairan, untuk dicairkan. Gas alam disimpan dalam tangki-tangki penyimpanan. Gas alam cair disebut LPG (Liquid Petroleum Gas), disebut pula LNG (Liquid Natural Gas). Proses pencairan gas alam dihasilkan pula sejenis minyak ringan yang dapat dijadikan bahan baku untuk industri plastik, pupuk dan sebagainya. Di Indonesia, sumber gas alam yang terbesar terdapat di Kepulauan Natuna. Di tempat lainnya adalah di Bontang Kalimantan Timur dan Arun Nanggroe Aceh Darusalam. Gas alam cair ditujukan untuk kepentingan ekspor dan memenuhi kebutuhan pabrik pupuk yang ada di Indonesia, yaitu pabrik pupuk Iskandar Muda dan pabrik pupuk ASEAN di Aceh.



c) Batubara
                        Pertambangan batubara pertama di Indonesia dilakukan di Pengaron (Kalimantan Timur) pada tahun 1849. Berikutnya di Umbilin (Sumatra Barat) pada tahun 1892. Bukit Asam (Sumatra Selatan) yang dimulai pada tahun 1919. Di Bukit Asam ini endapan batu bara berada di dekat permukaan tanah.  Batu bara yang dihasilkan di Bukit Asam termasuk batu bara tua yang berkualitas tinggi, sedangkan batu bara di tempat lain di Indonesia termasuk batu bara muda. Indonesia pada 2012 menghasilkan 6,2 persen dari total produksi batu bara di dunia. Artinya Indonesia adalah penyumbang batu bara tertinggi ke-3. Produksi batu bara di Indonesia meningkat sebesar 273 persen selama 10 tahun terakhir.
d) Keunggulan Sumber Daya Mineral Indonesia
                        Sumber daya mineral atau tambang merupakan salah satu kekayaan alam Indonesia. 30 Macam mineral utama terdapat di Indonesia. Mineral tersebut adalah emas, perak, tembaga, nikel, timah putih, timah hitam, alumunium, besi, mangan, chromit, minyak bumi, gas bumi, batu bara, yodium, berbagai garam, berbagai mineral industri (asbes, bentonit, zeolit, belerang, fosfat, batu gamping), batu mulia, termasuk intan, dan bahan bangunan. Berbagai jenis mineral tersebut sangat berperan dalam menopang pembangunan nasional. Mineral tersebut dapat dijadikan sebagai bahan baku industri yang ketika diolah akan memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan manusia. Saat ini ekspor bahan mineral mentah sudah mulai dikurangi, hal ini dikarenakan mangekspor bahan mentah hanya memiliki nilai tambah yang kecil apabila dibandingkan dengan mengeksport olahan dari mineral.
Berikut adalah sumber daya alam logam yang populer di Indonesia yang mempunyai komparasi dengan negara lain yaitu.
a)      Bijih besi
            Bijih besi bercampur dengan pasir vulkanik. Bijih besi berwarna hitam mengkilat. Bahan ini digunakan sebagai campuran dalam industri semen. Di Indonesia, pertambangan bijih besi dapat ditemukan di Sumatra Barat, Jambi, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, Jawa Tengah, Jawa Barat, Irian Jaya, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan. Penggalian pasir besi di Indonesia dilakukan antara lain di Cilacap (Jawa Tengah), Blitar dan Banyuwangi (Jawa Timur). Jumlah yang terbesar dihasilkan di Cilacap, Jawa Tengah.
b)      Nikel
Nikel merupakan logam yang biasa digunakan sebagai bahan campuran pada pembuatan berbagai barang dengan bahan baku logam, seperti kuningan, perunggu dan besi. Kegunaan nikel adalah untuk memperkeras logam campuran yang dihasilkannya. Nikel juga digunakan untuk melapisi logam lain, agar tampak mengkilat dan tahan karat. Daerah penghasil nikel di Indonesia banyak dijumpai di Soroako Sulawesi Selatan, Pomala Sulawesi Tenggara, dan Irian Jaya. Di Soroako penambangan nikel dilengkapi dengan pabrik peleburan dan pemurnian yang modern.
c)      Timah putih
Timah putih merupakan logam berwarna putih yang tahan karat. Bahan ini biasa digunakan pada industri mesin, kaleng, dan juga sebagai bahan patri. Penambangan timah di Indonesia terdapat di Pulau Belitung, dan Singkep, dan lain-lain.
d)     Tembaga
Tembaga  adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Cu dan nomor atom 29. Lambangnya berasal dari bahasa Latin Cuprum. Tembaga merupakan konduktor panas dan listrik yang baik. Selain itu unsur ini memiliki korosi yang cepat sekali. Tembaga murni sifatnya halus dan lunak, dengan permukaan berwarna jingga kemerahan. Tembaga dicampurkan dengan timah untuk membuat perunggu. Penambangan bijih tembaga yang terbesar di Indonesia terdapat di Irian Jaya bagian tengah. Di kota Tembagapura dibangun pabrik peleburan bijih tembaga yang modern pada tahun 1972. Daerah penghasil tembaga lainnya adalah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan.

e)      Emas dan perak
Emas dan Perak terdapat di Cikotok (Banten Selatan, Jawa Barat), Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan dan Irian Jaya bagian Tengah. Emas termasuk golongan bahan vital. Emas dan perak biasanya juga ditemukan pada pertambangan tembaga berbentuk urat-urat emas di dalam batuan kuarsa.
f)        bauksit
Bauksit merupakan bijih logam aluminium, yaitu sejenis logam yang ringan dan tidak mudah berkarat. Bauksit didapatkan dalam bentuk lumpur, kemudian dilebur hingga diperoleh logam aluminium. Bauksit banyak terdapat di Sumatra Selatan (Lubuk Linggau), Kalimanatan Barat (Sanggau), dan Kepulauan Riau (pulau Bintan). Pabrik peleburan bauksit menjadi aluminium yang pertama di Indonesia dibangun di Asahan (Sumatra Utara). Produksi bijih bauksit Indonesia tahun 2012 lalu sebanyak 30 juta ton.


Sedangkan sumber daya alam non logam yang populer di Indonesia yang mempunyai komparasi dengan negara lain yaitu:

a)      Belerang
Belerang merupakan mineral vulkanis yang banyak dihasilkan di kawah-kawah gunung berapi. Bahan ini banyak digunakan dalam industri-industri bahan kimia, pupuk, korek api, bahan peledak, dan obat-obatan. Sebaran tambang belerang antara lain ada di Gunung Ijen Jatim, Gunung Telaga Bodas Jabar, dan Gunung Welirang.
b)      Kaolin
Kata Kaolin berasal dari bahasa Cina, yang berarti gunung yang tinggi. Di gunung yang tinggi itulah terdapat tanah liat, yang apabila diproduksi menjadi keramik berkualitas sangat baik. Kaolin merupakan bahan dasar untuk pembuatan keramik. Pulau Bangka dan Pulau Belitung merupakan daerah penghasil kaolin.
c)      Fosfat
Fosfat berasal dari persenyawaan antara pospor di dalam kotoran dan sisa-sisa binatang yang hidup di gua-gua dan batu gamping di dasar gua. Bahan tersebut banyak diketemukan di daerah-daerah kapur. Fosfat merupakan salah satu komponen bahan baku yang cukup penting dalam pembuatan pupuk untuk tanaman. Sebaran fosfat ada di daerah Bogor, Kebumen, Grobogan, Pati (Jawa Tengah), Gresik dan Sampang, Madura.
d)     Marmer
Batu marmer atau batu pualam merupakan hasil perubahan bentuk atau metamorfosis dari batu gamping. Marmer banyak dimanfaatkan sebagai ornamen bangunan, dan perabotan rumah tangga.  Sebaran pertambangan marmer terdapat di daerah Tulungagung (Jawa Timur), dan Citatah (Jawa Barat).
e)      Aspal

Aspal atau bitumen adalah suatu cairan kental yang merupakan senyawa hidrokarbon dengan sedikit mengandung sulfur, oksigen, dan klor. Aspal sebagai bahan pengikat dalam perkerasan lentur mempunyai sifat viskoelastis. Aspal akan bersifat padat pada suhu ruang, dan bersifat cair bila dipanaskan. Aspal merupakan bahan yang sangat kompleks, dan secara kimia belum dikarakterisasi dengan baik. Kandungan utama aspal adalah senyawa karbon jenuh, dan tak jenuh, alifatik, dan aromatic yang mempunyai atom karbon sampai 150 per molekul. Pulau Buton di Sulawesi Tenggara adalah penghasil aspal terbesar di Indonesia