Selasa, 23 Mei 2017

Pengertian Air Laut
Air laut adalah air dari laut atau samudera. Air laut memiliki kadar garam rata-rata 3,5%. Artinya dalam 1 liter (1000 mL) air laut terdapat 35 gram garam (terutama, namun tidak seluruhnya, garam dapur/NaCl).
Walaupun kebanyakan air laut di dunia memiliki kadar garam sekitar 3,5 %, air laut juga berbeda-beda kandungan garamnya. Yang paling tawar adalah di timur Teluk Finlandia dan di utara Teluk Bothnia, keduanya bagian dari Laut Baltik. Yang paling asin adalah di Laut Merah, di mana suhu tinggi dan sirkulasi terbatas membuat penguapan tinggi dan sedikit masukan air dari sungai-sungai. Kadar garam di beberapa danau dapat lebih tinggi lagi.
Air laut memiliki kadar garam karena bumi dipenuhi dengan garam mineral yang terdapat di dalam batu-batuan dan tanah. Contohnya natrium, kalium, kalsium, dll. Apabila air sungai mengalir ke lautan, air tersebut membawa garam. Ombak laut yang memukul pantai juga dapat menghasilkan garam yang terdapat pada batu-batuan. Lama-kelamaan air laut menjadi asin karena banyak mengandung garam. Air tawar lebih ringan dari air asin.
Untuk mendapatkan air tawar dari air laut bisa dilakukan dengan cara osmosis terbalik, suatu proses penyaringan air laut dengan menggunakan tekanan dialirkan melalui suatu membran saring. Sistem ini disebut SWRO (Seawater Reverse Osmosis) dan banyak digunakan pada kapal laut atau instalasi air bersih di pantai dengan bahan baku air laut.

Klasifikasi Laut Berdasarkan Proses, Letak, Kedalaman, Wilayah Kekuasaan
Laut sebagai salah satu bentangan hidrosfer, memperlihatkan adanya perbedaan yang dapat dikelompokkan berdasarkan karakteristiknya. Ada 4 klasifikasi laut yaitu : berdasarkan proses terjadinya, Letak, Kedalaman dan Wilayah Kekuasaanya
A. Berdasarkan proses terjadinya
Berdasarkan proses terjadinya, laut dapat dibedakan atas tiga macam, yaitu sebagai berikut:
§  1) Laut transgesi, adalah laut yang terjadi sebagai akibat naiknya transgesi yang biasanya kurang dari 200 meter. Oleh karena itu, laut ini sering juga disebut laut dangkal.
§  2) Laut ingresi, adalah laut yang terjadi karena adanya penurunan bagian permukaan bumi (degradasi). Kedalaman laut ingresi biasanya lebih dari 200 meter, sehingga laut ingresi dikenal sebagai laut dalam.
§  3) Laut regresi, adalah laut yang terjadi sebagai akibat proses pengendapan lumpur sungai (sedimen fluvial).
B. Berdasarkan letaknya
Berdasarkan letaknya, laut dapat dibedakan sebagai berikut:
§  1) Laut tepi, yaitu laut yang terletak ditepian benua yang seolah-olah terpisah dari lautan oleh deretan pulau-pulau dan semenanjung. Contohnya Laut Cina Selatan, Laut Jepang, dan Laut Bering;
§  2) Laut pertengahan, adalah laut yang terletak diantara benua-benua. Biasanya merupakan wilayah laut dalam. Contoh: Laut Mediteran yang terletak diantara Benua Eropa-Asia dan Afrika;
§  3) Laut pedalaman, adalah laut yang terletak di tengah-tengah benua atau hampir seluruhnya dikelilingi daratan. Contoh: Laut Kaspia, Laut Baltik, Laut Mati, dan Laut Hitam.
C. Berdasarkan kedalamannya
Berdasarkan kedalamannya, laut dapat dibedakan atas beberapa macam, yaitu sebagai berikut:
§  1) Zone litoral adalah wilayah laut yang pada saat terjadinya pasang naik tertutup oleh air laut dan ketika air laut surut wilayah ini menjadi kering. Zona ini sering disebut sebagai wilayah pasang surut.
§  2) Zona neritik adalah wilayah laut mulai zona pasang surut sampai kedalaman 200 meter. Zona ini merupakan tempat terkonsentrasinya biota laut, terutama berbagai jenis ikan. Zona neritik sering disebut wilayah laut dangkal.
§  3) Zona batial adalah wilayah laut yang merupakan lereng benua yang tenggelam di dasar samudera. Kedalaman zona ini berkisar di atas 200 meter – 2000 meter.
§  4) Zona abisial adalah wilayah laut yang merupakan wilayah dasar samudra. Kedalamannya di atas 2000 meter, dan jenis biota yang ada pada zona ini terbatas.
D. Berdasarkan wilayah kekuasaan
Berdasarkan Konvensi Hukum Laut Internasional yang ditetapkan di Jenewa (1958) Montevideo (1982), perairan laut suatu negara meliputi laut teritonial, zone ekonomi eksklusif (ZEE), dan landas kontinen.
1) Laut teritorial
Laut teritorial adalah wilayah laut yang berada di bawah kedaulatan suatu negara. Batas laut teritorial ditarik dari garis dasar pantai pulau terluar ke arah laut bebas sejauh 12 mil laut. Jika lebar laut antara pantai dua negara kurang dari 24 mil, maka batas laut teritorial ditetapkan dengan cara membagi dua jarak antara pantai dua negara yang bersangkutan. Perairan laut di luar batas 12 mil disebut laut lepas atau laut bebas.
2) Zone Ekonomi Eksklusif (ZEE)
Zona Ekonomi Eksklusif merupakan wilayah perairan laut ekonomis suatu negara, tetapi berada di luar laut teritorial, selebar 200 mil laut di tarik dari garis dasar pantai pulau terluar ke arah laut bebas. Di dalam batas ZEE, negara yang bersangkutan memiliki prioritas untuk mengeksplorasi dan mengeksploitasi sumberdaya alam (hayati dan non hayati) yang terdapat di permukaan, di dalam dan di dasar laut.
3) Landas kontinen

Landas kontinen adalah bagian dari benua yang terendam oleh air laut. Wilayah ini merupakan zone neritik dengan kedalaman antara 130-200 meter. Batas landas kontinen diukur dari garis dasar ke arah laut dengan jarak paling jauh 200 mil laut. Jika terdapat dua negara yang berdampingan pada batas landas kontinen maka batas laut akan dibagi dua sama jauh dari garis dasar masing-masing negara. Pada landas kontinen, suatu negara memiliki hak dan wewenang untuk memanfaatkan sumberdaya alam yang terkandung di dalamnya, seperti ikan dan barang tambang.
A.  Perilaku Menyimpang
1.      Pengertian Perilaku Menyimpang
Adalah  setiap perilaku yang tidak sesuai denga norma – normaa yang ada di dalam masyarakat. Perilaku seperti ini terjadi karena seseorang mengabaikan norma atau tidak mematuhi patokan baku dalam masyarakat sehingga sering dikaitkan dengan istilah – istilah  yang buruk atau negativ.
2.      Ciri- Ciri Perilaku Menyimpang
Menurut Paul B. Horton. Penyimpangan sosial memiliki 6 ciri sebagai berikut.
a.       Penimpangan harus dapat didefinisikan
Perilaku menyimpang bukanlah semata – mata  ciri tindakan yang dilakukan orang, melainkan akibat dari adanya peraturan dan penerapan sanksi oleh orang lain terhadap perilaku tersebut. Singkatnya, penilaian menyimpang tidaknya suatu perilaku harus berdasarkan kriteria tertentu dan diketahui penyebabnya.
b.      Penimpangan bisa diterima atau bisa juga ditolak
Perilaku menyimpang tidak selalu merupakan hal negatif. Seperti orang jenius yang mengemukakan pendapat – pendapt baru yang kadang – kadang bertentangan dengan pendapat umum. Sementara itu, perampokan, pembunuhan terhadap etnis tertentu termasuk penyimpangan yang ditolak oleh masyarakat.
c.       Penyimpangan relatif dan penyimpangan mutlak
Pada dasarnya semua orang normal pasti pernah melakukan tindakan yang menyimpang dari norma – norma yang berlaku, anmun pada batas – batas tertentu yang sifatnya relatif untuk setiap orang. Perbedaannya hanya pada sebrapa sering (frekuensi) dan kadar penyimpangannya saja.
d.      Penyimpangan terhadap budaya nyata atau budaya ideal
budaya ideal adalah segenap peraturan hukum yang berlaku dalam suatu kelompok masyarakat. Antara budaya nyata dan budaya ideal selalu terjadi kesenjangan. Artinya, peraturan yang telah menjadi pengetahuan umum dalam kenyataan kehiduan sehari – hari cenderung banyak dilanggar.
e.       Terdapat norma – norma penghindaran dalam penyimpangan sosial
Norma penghindaran adalah pola perbuatan yang dilakukan orang untuk memenuhi keinginan mereka tanpa harus menentang nilai – nilai tata kelakuan secara terbuka. Jadi norma – norma penghindaran merupakan suatu bentuk penyimpangan perilaku yang bersifat setengah melembaga ( semi – institutionalized )
f.       Penyimpangan sosial bersifat adaptif (menyesuaikan)
Perilaku menyimpang beberapa individu bisa jadi awal terbentuknya suatu norma baru. Jika semakin banyak orang yang ikut menerapkan perilaku menyimpang itu dan kelompok terorganisasi ikut menunjang dan membenarkan, perbuatan itu tidak lagi dipandang sebagai perilaku menyimpang, tetapi justr sebagai norma baru.

3.      Penyebab Perilaku Menyimpang
a.      Sudut pandang sosiologi
Proses interaksi sosial, internalisasi nilai, dan pengadilan sosial tidak terlalu sempurna. Selalu ada hal – hal yang bisa mengakibatkan perilaku sosial seseorang tidak sesuai dengan tuntutan masyarakat, akibatnya terjadilah perilaku menyimpang.
1.      Perilaku menyimpang karena sosialisasi
Seseorang mempelajari atau menyerap nilai dan norma melalui sosialisasi. Jika proses peyerapan dan pengamalan nilai – niai tersebut mendapatkan gangguan sehingga berjalan kurang sempurna, akan terjadi perilaku menyimpang.
2.      Perilaku menyimpang karena anomi
Secara sederhana, anomi diartikan sebagai suatu keadaan di masyarakat tanpa norma yang disepakati bersama. Robert K. Merton menganggap anomi disebabka adanya ketidakharmonisan antara tujuan budaya dan cara – cara legal yang disepakati masyarakat untuk mencapai tujuan budaya tersebut. Menurut Merton, terdapat 5 cara untuk mencapai tujuan budaya ini.
·         Konfirmasi
·         Inovasi
·         Ritualisme
·         Retreatisme
·         Pemberontakan
3.      Perilaku menyimpang karena diferential association
Semakin tinggi derajat interaksi dengan orang yang berperilaku menyimpang, semakin tinggi pula kemungkinan seseorang belajar bertingkah laku yang menyimpang. Derajat interaksi ini bergantung pada frekuensi, prioritas, durasi, dan intensitas.
4.      Perilaku menyimpang karena pemberian julukan (labelling)
Perilaku menyimpang lahir karena adanya batasan (cap, julukan, sebutan) terhadap suatu perbuatan yang dilakukan seseorang. Mulanya, seseorang melakukan tindak penyimpangan primer (primary deviance) yang merupakan perilaku menyimpang awal. Akibatnya, lingkungan memberi label sesuai tindakan itu, misalnya “tukang palak”. Pada akhirnya orang tersebut akan menerima status sosial bahwa dirinya adalah penyimpang dan berusaha menyesuaikan “peran” yang diberikan masyarakat padanya.
a.       Sudut pandang biologi
Sebagian besar ilmuan abad XIX berpandangan bahwa kebanyakan perilaku menyimpang disebabkan oleh faktor – faktor biologis, seperti tipe sel – sel tubuh. Para ahli ilmu sosial sangat meragukan kebenaran teori tipe tubuh. Meskipun ditunjang oleh berbagai bukti empiris, para kritikus menemukan berbagai sejumlah kesalahan metode penelitian sehingga meragukan kebenarannya. Faktor biologis secara relatif tidak penting pengaruhnya terhadap penyimpangan perilaku.

b.      Sudut pandang psikologi
Berpandangan bahwa penyakit mental dan gangguan kepribadian berkaitan erat dengan beberapa bentuk perilaku menyimpang. Ilmuan terkenal di bidang ini adalah Sigmund Freud. Dia membagi diri manusia menjadi 3 bagian penting sebagai berikut.
·         Id, bagian diri bersifat tidak sadar, naluriah dan impulsif (mudah terpengaruh oleh gerak hati).
·         Ego,bagian diri yang bersifat sadar dan rasional ( penjaga pintu kepribadian).
·         Superego, bagian diri yang telah meyerap nilai – nilai kultural dan berfungsi sebagai suara hati).
c.       Sudut pandang kriminologi
1)      Teori konflik
Dalam teori ini terdapat 2 macam konflik, yaitu sebagai berikut.
a)      Konflik budaya
Terjadi apabila dalam suatu masyarakat terdapat sejumlah kebudayaan khusus yang masing – masing cenderung tertutup sehingga mengurangi kemungkinan timbulnya kesepakatan nilai.
b)      Konflik kelas sosial
Terjadi akibat suatu kelompok menciptakan peraturan sendiri untuk melindugi kepentingannya.
2)      Teori pengendalian
Kebanyakan orang menyesuaikan diri dengan nilai dominan karena adanya pengendalian dari dalam maupun dari luar. Dalam masyarakat konvensional, terdapat 4 hal yang mengikat individu terhadap norma masyarakatnya.
·         Kepercayaan, mengacu pada norma yang dihayati.
·         Ketanggapan, yakni sikap tanggap seseorang terhadap orang lain.
·         Keterkaitan (komitmen), berhubugan dengan berapa banyak imbalan yang diterima seseorang atas erilakunya yang konformis.
·         Keterlibatan, mengacu pada kegiatan seseorang dalam berbagai lembaga masyarakat.
Semakin tinggi tingkat kesadaran seseorang akan salah satu pengikat tersebut, semakin kecil pula kemungkinan baginya untuk melakukan penyimpangan.



4.      Jenis-jenis Perilaku Menyimpang
A.    Berdasarkan kekerapannya
Sebagai makhluk sosial dan makhluk berpikir, manusia mempunyai pola-pola perilaku yang tidak tetap. Oleh karena itu , di kenal dua jenis penyimpangan sosial yaitu sebagai berikut:
1.      Penyimpangan sosial primer
Penyimpangan sosial primer adalah penyimpangan yang bersifat sementara atau temporer.
2.      Penyimpangan sosial sekunder
Penyimpangan sosial sekunder adalah penyimpangan sosial yang di lakukan oleh pelakunya secara terus menerus meskipun telah di berikan sanksi sanksi.

B.     Berdasarkan jumlah orang yang terlibat
1.      Penyimpangan individu
Penympangan yang di lakukan sendiri tanpa oraang lain
2.      Penyimpangan kelompok
Penyimpangan kelompok terjadi apabila perilaku penyimpangan tersebut di lakukan bersama sama dalam suatu kelompok tertentu. Contoh penyimpangan kelompok:
·         Kelompok geng
·         Kelompok teroris
·         Kelompok separatis
·         Persekongkolan dalam dunia usaha (korupsi, kolusi, dan nepotisme)

C.     Berdasarkan tipenya
1.      Kejahatan tanpa korban
Kejahatan ang tidak mengakibatkan penderitaan pada korban akibat tindak pidana orang lain.
2.      Kejahatan terorganisasi
Pelaku kejahatan merupakan komplotan yang secara berkesinambungan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan uang atau kekuasaan
3.      Kejahatan kerah putih
Kejahatan ini adalah tipe kejahatan yang mengacu pada yang di lakukan oleh orang terpandang oleh orang yang berstatus tinggi.
4.      Kejahatan korporat
Kejahatan ini merupakan jenis kejahatan yang di lakukan atas nama organisasi dengan tujuan menaikkan keuntungan atau menekan kerugian

 

5.      Bentuk-bentuk Perilaku Menyimpang
A.     Penyalah gunan narkoba
Pada awalnya, sebaian narkotika dan obat obatan terlarang di pergunakan oleh kalangan dokter untuk mengurangi rasa sakit berlebihan yang di alami oleh pasien pasien.akan tetapi, obat obatan tersebut akhirnya menjadi “obat terlarang”karna di gunakan oleh orang orangg yang sehat secara jasmani untuk di pergunakan oleh mengurangi tingkat kesadaran dan memperoleh perasaan nikmmat meskipun sesaat.
B.     Perkelahian pelajar
Perkalian pelajar sering di sebut pula tawuran pelajar , pada mulanya hanya menjadi fenomena yang terdapat pada pelajar-pelajar di kawasan perkotaan. Perilaku ini sering di sebut sebagai penyimpangan sosial.
C.     Penyimpangan sosial
Naluri seksual yang dimiliki manusia merupakan anugrah tuhan. Keberadaan manusia di bumi ini berlangsung terus menerus karena dilanjutkan oleh keturunan-keturunan baru akan tetapi naluri seksual yang tidak terkendali atau dilakukan tanpa aturan akan mendatangkan kekacauan d idalam masyarakat.
Penyimpangan seksual dibagi mejadi beberapa bagian:
1.      Kumpul kebo
2.      Sodomi
3.      Tasfestitisme
4.      Sadomasokisme
5.      Tedofilia
D.    Tindakan kriminal atau kejahatan

Tindakan kriminal atau atau tindakan kejahatan umumnya di lihat sebagai tindakan bertentangan dengan norma hukum dan norma agama yang berlaku di masyarakat